Senin, 07 Januari 2013

AOL Bantah Minati Yahoo


American Online tidak memiliki rencana membeli Yahoo, ataupun aset-asetnya. Hal ini ditegaskan langsyng Kepala Eksekutif (CEO) AOL, Tim Armstrong.
Seperti dikutip dari Reuters, Armstrong mengatakan AOL tetap memiliki rencana dan strategi untuk independen. Selain itu, AOL akan melakukan perbaikan brand yang saat ini dalam keadaan 'sakit', yaitu dikenal sebagai pelayanan jasa dial-up yang kemudian mengembangkan diri menjadi perusahaan media yang bergantung pada pemasukan iklan.
Sejak Armstrong ditunjuk menjadi CEO AOL pada 2009 lalu, AOL telah melakukan akuisisi sejumlah media. Antara lain laman politik Huffington Post yang didirikan Arianna Huffington, juga laman teknologi TechCrunch.
Armstrong bahkan mengklaim nilai TechCrunch naik sejak diambil alih AOL sejak tahun lalu. Sebuah sumber Reuters menyebut saat itu nilai TechCrunch mencapai US$ 30 juta.
Yahoo sendiri sedang dalam kondisi yang kacau setelah mereka memecat Carol Bartz, CEO mereka pada September lalu. Perusahaan itu tengah meminta bantuan lembaga investasi Allen & Co untuk melakukan ‘strategic review’ terhadap bisnis mereka. Yahoo juga menggaet Heidrick & Struggles, lembaga perekrutan eksekutif untuk mencari CEO baru.
Sejumlah pihak dikabarkan tertarik membeli Yahoo. Antara lain Microsoft, Google, juga taipan asal Cuna yang pernah bekerja sama dengan Yahoo, Jack Ma.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar